Senin, 02 April 2012

Beberapa Perbedaan Penerjemahan Alquran



Surat Al Mursalaat (77) Ayat 1-4:
 
  


TERJEMAHAN DEPARTEMEN AGAMA
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,
2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya
3. dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya
4. dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya

TERJEMAHAN PROF. DR. MAHMUD YUNUS
1. Demi angin yang bertiup berturut-turut
2. Demi badai yang keras
3. Demi angin yang menebarkan awan
4. Demi yang membedakan (antara yang haq dan yang bathil)




Surat An Naazi’aat (79) Ayat 1-3 : 
   
  
 
TERJEMAHAN DEPARTEMEN AGAMA
1. Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
2. dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,
3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

TERJEMAHAN PROF. DR. MAHMUD YUNUS
1. Demi (bintang-bintang) yang terpelanting jatuh, (terlempar dari lingkarannya, tahi bintang)
2. Demi (bintang-bintang) yang berpindah-pindah dari satu buruj kepada yang lain.
3. Demi (bintang-bintang) yang melayang dengan kencang, (bintang-bintang beredar)



 
Surat Az Zumar  (39) Ayat 20 :
 


TERJEMAHAN DEPARTEMEN AGAMA
20. Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang Tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.

TERJEMAHAN PROF. DR. MAHMUD YUNUS
20. Tetapi orang-orang yang takut kepada Tuhannya, untuk mereka beberapa bilik, di atasnya ada pula beberapa bilik yang dibangunkan, mengalir air sungai dibawahnya. (Itulah) janji Allah. Allah tidak memungkiri janji-Nya.



Surat Ibrahim (14) Ayat 16 : 
 

TERJEMAHAN DEPARTEMEN AGAMA
16. Dihadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,

TERJEMAHAN PROF. DR. MAHMUD YUNUS
16. Dibelakangnya ada neraka Jahannam dan diberi minum dengan air nanah,

 


Dan masih banyak yang lainnya... Perbedaan yang kami berikan diatas barulah perbandingan antara 2 Alquran terjemah, padahal alquran yang beredar di Indonesia tidak hanya 2 itu. Jadi, mana yang mendekati kebenaran penerjemahan? Mengapa terjadi perbedaan penerjemahan tersebut? Bukankah mereka yang menerjemahkan ayat-ayat tersebut adalah para ahli? 


Salam.

11 komentar:

  1. Apa yang anda sampaikan pada artikel di atas adalah tidak ada yang salah, karena terjemah yang ditulis baik pada terjemah Depag dan Mahmud Yunus adalah terjemah yang sudah mengandung tafsir.
    Pada ayat وَالْمُرْسَلاتِ عُرْفًا (pada ayat ini secara arti harfiah adalah Demi yang diutus (jamak/plural) yang dikenal. Disini memang Allah menyembunyikan (tidak menyebut secara jelas siapa yg dimaksud), kemudian kita dapat mengetahuinya melalui periwayatan yang disampaikan murid Nabi Muhammad (para sahabat Nabi yg langsung mendengar dari beliau). Dari riwayat yang ada dapat kita ketahui bahwa ada yang menyebutkan angin dan ada yang menyebutkan malaikat. Baik malaikat atau angin di Al Qur’an juga banyak ayat yg menerangkan bahwa allah mengutus mereka. Sbg contoh Al ahzab : 9. Dan masih banyak lagi ayat yang lain.
    Maka dari itu sangat tidak cukup bagi kita untuk memahami al Qur’an hanya dari terjemah, karena bagaimanapun tidak ada terjemahan yg dapat menterjemahkan suatu bahasa secara sempurna. Sehingga bahasa arab menjadi syarat mutlak utk dapat memahami al Qur’an, tetapi apakah bias bhs Arab sdh cukup? Jelas belum bhs arab hanya salah satu alat saja karena masih harus didukung oleh alat yg lain. Al Qur’an menggunakan bahasa sastra yang tinggi yang tidak setiap orang dapat begitu saja memahami. Jangankan bhs Arab dalam bhs Indonesia saja tidak setiap org Indonesia yang dapat bahasa Indonesia dapat memahami bhs dg benar atau bahkan org yg kuliah di jurusan bhs Indonesia saja belum tentu dapat juga menjawab pertanyaan bhs Indonesia benar semua. Itula maka dalam setiap bhs ada org2 yang ahli bahasa.

    Apa yang anda risaukan ttg terjemahan di atas adalah merupakan modal utk lebih menggali dan mendalami Al Qur’an, bagaimana dalamnya makna bhs Al Qur’an, indahnya dan lain-lain.
    Kembali ke pokok ersoalan : pada ayat ke 2 فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا (demi yg berhembus (ini juga jamak)) عَصْفًا dlm bhs arab kalau ada pengulangan spt ini menyanggatkan shg dpt diartikan kencang (hembusannya) silahkan baca ttg bhs arab. وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا (demi yang menyebarkan dgn sebenar2 penyebaran) فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا (demi yg membedakan dg sebenar2 pembedaan.
    Kata و secara umum berarti dan tetapi di ayat ini karena berupa sumpah maka arti و adalah demi sedang kata ف secara umum berarti maka tetapi disini juga diartikan demi karena mengikuti و .
    Para Ahli Al Qur’an menerangkan bahwa tidak disebutnya secara jelas oleh allah di sini tidak menjadikan masalah karena dalam bhs arab kata-kata sumpah untuk menarik perhatian pendengar bahwa yang akan disampaikan adalh suatu yang sangat penting. Inti dari apa yg akan disampaikan Allah adl mulai ayat 7 dan seterusnya, sehingga dalam kata sumpah diartikan angina tau malaikat tdk mempengaruhi maksud dari keseluruhan surat ini.
    Demikian sedikit apa yang dpt saya tulis utk menanggapi artikel di atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah mampir ke blog saya.. menanggapi keterangan mas eko, mungkin untuk ayat2 tertentu bisa diberikan alasan seperti yang mas eko haturkan, tetapi jika ada dua hal yang saling bertolak belakang bagaimana mungkin bisa dibenarkan kedua2nya (coba lihat pada surat ibrahim ayat 16) tentu ada yang benar dan ada yang salah..

      Hapus
    2. Surat Ibrahim ayat 16 ?
      مِّن وَرَآئِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِن مَّاء صَدِيدٍ

      mana yang dimaksud pak, bukankah itu berbicara ttg jahannam dan minuman penduduk Neraka.

      Hapus
    3. terjemahan depag: dihadapannya ...,
      sedangkan
      terjemahan m yunus: dibelakangnya...,

      depan dan belakang bukankah saling berlawanan?

      Hapus
  2. Sebelumnya perkenankanlah saya mengingatkan bahwa Al Qur’an ini Allah turunkan dengan menggunakan bahasa Arab maka mau tidak mau kalau ingin memahami maksud ayat dengan baik dan benar kita mesti paham bahasa Arab. Apakah kita tidak boleh membaca terjemah? Lalu apa fungsi terjemah kalau begitu?
    Boleh saja kita membaca terjemah tetapi terjemah bahasa apapun tidak akan bisa mentransfer bahasa satu ke bahasa lainnya dengan sempurna dan ini diakui oleh ahli bahasa.
    Apakah bisa bahasa Arab saja cukup? Masih belum karena ilmu Al Qur’an itu sangat luas seseorang juga harus tahu kapan suatu ayat turun, berkenaan dengan apa ayat terebut turun dlsbgnya. Hal ini untuk mengetahui maksud asli dari ayat tersebut apakah ayat itu khusus atau umum dan lain2. Untuk itu marilah kita pecinta Al Qur’an menyelami dan mengamalkan Al Qur’an salah satunya dimulai dengan belajar memahaminya.
    Untuk ayat yang bapak maksud berikut saya uraikan menurut kemampuan yang sangat minim ini.
    مِّن وَرَآئِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِن مَّاء صَدِيدٍ (١٦)
    16. Dihadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah
    Terjemah di atas saya ambil terjemahan yang dari depag. Secara arti kata asli من ورائه adalah dibelakangnya kalau وَرَاء saja artinya adalah dibelakang. Hanya saja dalam penggunaan dalam pembicaraan atau sastra bisa juga berarti di depan seperti pada kalimat ini ومن ورائك يوم انت بالغه secara arti kata biasa -dan “dibelakangmu” ada hari yg engkau akan sampai padanya-, maksud dibelakang disini adalah hari yang akan datang jadi maksud dari kalimat tsb adalah -dan “dihadapanmu” ada hari yang engkau akan sampai padanya-.
    Demikian salah satu keunikan dari bahasa Arab, bhs arab itu bahasa yg sudah sempurna dan dari satu kata saja bisa berubah menjadi ratusan kata yang mempunyai arti yang beragam. Dapat dibayangkan selama 1.433 tahun bhs arab tidak berubah, sedang bahasa yang lain sudah mengalami banyak perubahan atau pemakainya sudah sangat sedikit. Sedang bahasa Arab yang Allah pilih untuk bhs Al Qur’an ini tetap eksis dan akan eksis sampai hari kiamat. Saya tidak tahu pada tahun 1 hijarah bhs Indonesia dimana???
    Demikian pak itu pembahasan dari segi bahasa yang sebenarnya masih banyak Cuma saya ambilkan contoh itu, kalau melihat bagaimana para ahli tafsir menerangkan juga demikian itu bahwa kata dibelakang itu bisa berarti sesudah (mati), di belakang (juga setelah mati), di depan (dihadapan maksudnya juga besuk setelah mati) bahwa orang kafir akan menemui neraka karena pada ayat ini berupa ancaman bagi orang-orang yg menentang para rasul. Sehingga kalau diartikan dibelakang atau di depan juga tidak dapat disalahkan.
    Dapat juga dilihat pada ayat 79 pada surat Al Kahfi :
    أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْباً (٧٩)
    Artinya :
    79. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena “di hadapan mereka” ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
    Pada ayat 79 surat Al Kahfi ini Allah juga menggunakan kata وَرَاءهُم seperti pada ayat 16 di surat Ibrahim dengan maksud di hadapan (depan).

    bersambung...

    BalasHapus
  3. sambungan ...

    Di dalam rangkaian ayat setelah ayat 16 surat Ibrahim ada juga ayat yang menggunakan kata وَرَاء tetapi dengan arti sesudah yaitu pada ayat 17 Surat Ibrahim
    وَمِن وَرَآئِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ
    maksudnya sesudah dia mati (akan datang).
    Pada Ayat 91 Surat Al Baqarah Allah juga menggunakan kata وَرَاء dengan arti selainnya (yang dimaksud adalah Al Qur’an yg turun sesudah kitab yang diterima oleh orang yahudi karena ayat ini bercerita ttg orang bani israil) :
    وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ نُؤْمِنُ بِمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرونَ بِمَا وَرَاءهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاءَ اللّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    Kalau dalam bahasa jawa ada istilah minggu mburi atau minggu ngarep maka kedua prosa tersebut mempunyai arti yang sama yaitu yang dimaksud adalah pekan yang akan datang.

    Demikian pak sedikit apa yang dapat saya kemukakan kalau masih ada sesuatu yang belum jelas silahkan disampaikan.
    Terima kasih (bisa kontak saya lewat email pak di ekobodho at gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Standing applaus buat bapak ekobodho. Terjemahan yg paling benar adalah terjemahan pemimpin Ingkar Sunnah Minardi Mursyid... :)

      Hapus
    2. Saya ada satu cerita pak, kejadian nyata dan orangnya sampai saat ini masih hidup.

      Ada seorang dari luar jawa yg dtg ke jawa utk sekolah. Ketika di jawa dia punya teman orang jawa. Karena dia belum bisa bhs jawa maka dia percaya dengan temannya tsb dalam belajar bhs jawa. Tetapi temannya tsb pernah iseng mengajari kpd org luar jawa tersebut tentang tatacara bertamu.

      Si orang jawa mengajari ketika mau bertami kerumah orang jawa hendaknya menggunakan bhs yang halus yaitu :
      KULO NUWUN SEGAWON
      kpd orang luar jawa si jawa td mengartikan permisi tuan rumah yang mulia.

      Orang luar jawa tsb karena percaya saja kpd temannya maka mempraktekkan ketika bertamu ke rumah org jawa, maka jadilah salah paham.

      Setelah kejadian itu orang luar jawa tsb tanya kpd yang lain dan tahu arti sebenarnya maka dia marahi temannya tadi.

      Itu contoh orang yang tidak tahu bhs org lain lalu mau belajar shg tahu, Bayangkan pak kalau orang luar jawa tersebut saking percayanya kepada temannya dia tetap saja berpendapat bahwa arti dari kalimat kulo nuwun segawon tersebut adalah baik.

      Lebih celaka lagi kalau dia juga mengajarkan pemahaman itu kepada orang lain, ketika diberitahu orang dari daerahnya sesama orang luar jawa yg sdh tahu tetap saja dia menolak hal yang benar tsb.

      Kalimat KULO NUUWUN SEGAWON diartikan apapun juga tidak akan berpengaruh ketika kalimat yg diucapkan tetap itu juga. ketika org jawa mendengar tetap saja artinya buruk meskipun dalam hati pembicaranya mempunyai arti yang lain.

      Begitu pak sedikit cerita mudah2an bisa diambil pelajaran.

      Hapus
  4. Aku setuju dengan pendapat Ekobodho. Memang kita dalam memahami Al qur'an harus bisa bahasa arab tapi juga perlu didukung dengan disiplin ilmu yang lain. Tapi dalam perkembanga dalam masyarakat ada beberapa istilah al-quran yang tidak mampu diterjemahkan dengan tepat oleh kamus Arab manapun Pak. Maka saya mencoba tuk mengkorelasikan ayat yang satu dengan yang lain yang mempunyai kosa kata maupun maksut yang sama. Sehingga akan didapatkanlah sebuah pengertian yang utuh yang sesuai dengan yang dimaksutkan Al qur'an itu sendiri. Saya ambil contoh "DABBAH" dalam kamus = Melata. Akan tetapi jika di kroscek di ayat2 lain, Kamus arab gugur demi hukum. Silakan dibuktikan di 42/29, 24/45, 8/22, 8/55. Monggo sama2 kita buka dan analisa wahyu (Al Qur'an)nya Pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  5. Kalau bapak membaca apa yang saya tulis diatas, saya sdh menyatakan bahwa bahasa arab saja memang tidak cukup masih banyak ilmu pendukung utk memahami Al Qur'an yang Allah telah pilih BHS ARAB sebagai bhs Al Qur'an tsb.

    Saya tidak tahu bapak sudah membuka kamus berapa buah sehingga mengatakan bahwa tidak ada kamus arab yang dapat menjelaskan dengan tepat. Untuk kamus Arab – Indonesia silahkan buka di kamus munawwir, di sana dicantumkan tidak hanya satu arti saja. Kata DABBAH kalau hanya diartikan melata seperti yang bapak tulis diatas maka itu hanya salah satu dari arti dabbah.
    DABBAH bisa berarti berjalan, melata, merayap, merangkak, tunggangan, tanah datar, bukit pasir dan ini bisa berlaku untuk yang berakal maupun tidak berakal untuk lebih jelasnya bapak bias buka KAMUS LISANUL ARAB (ini adalah kamus arab-arab)
    Sekali lagi saya sampaikan bahwa bagaimanapun ada hal-hal yang tidak bias begitu saja dipahami dari terjemah kita tetap harus melihat bagaimana orang arab menggunakan bhs tersebut karena dalam kontek yg satu bias saja berbeda ketika dengan kontek yang lain. Yang ini tidak bias kita tawar karena kita memang bukan pemilik bhs tersebut. Dan tidak ada satupun ulam Islam yang menyatakan bahwa arti DABBAH hanya yang melata saja, kalau arti secara umum iya tetapi arti luas tidak ada satupun. Sehingga manusia pun masuk disitu karena manusia juga berjalan di bumi.

    Sebagai contoh dalam bhs jawa ada kata “METU” secara umum arti kata tersebut adalah KELUAR tetapi dalam kalimat org jawa bias jadi artinya tidak keluar spt pada kalimat MLEBUMU MAU “METU” NGENDI?
    Pada kalimat tersebut METU berarti lewat bukan keluar lagi. Ini saja dalam bhs jawa, Kalau bapak mau sedikit saja melihat bagaimana bhs arab maka akan lebih takjub lagi karena SATU KATA bisa pecah menjadi RATUSAN KATA yang itu berasal dari akar kata satu.
    Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita pecinta Al Qur’an untuk belajar BHS Al Qur’an untuk lebih dekat dengan Al Qur’an.

    BalasHapus